PAGARAWAN – Setelah satu minggu melaksanakan masa orientasi praktik kerja lapang atau magang di Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para mahasiswa magang dari program studi Sosialogi UBB mulai terjun langsung dan mengikuti orientasi lapangan yang berkenaan tugas pokok fungsi kelembagaan Dinas Sosial PMD.
Seperti pada hari hari Selasa (05/08/2025) melalui pendampingi yang dilakukan oleh pejabat fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya Dinas Sosial PMD, Triana Ermawati, para mahasiswa magang turut terjun langsung ke salah satu desa yang ada di wilayah Kabupaten Bangka tepatnya di Desa Pagarawan.
Kegiatan orientasi mengenal desa pada hari ini difokuskan pada kegiatan menginventarisir potensi – potensi yang ada di Desa Pagarawan yang dimulai dari kegiatan pengumpulan data hingga pada pelaksanaan proses pengolahan data. Selain menginventaris potensi desa,pada kegiatan orientasi mengenal desa tersebut, para mahasiswa juga dikenalkan mengenai ruang lingkup desa seperti yang tertuang dalam peraturan Perundang Undangan Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Pengenalan mengenai struktur dan fungsi pemerintahan desa, peran dan kinerja kepala desa serta perangkat desa, bentuk-bentuk pelayanan di tingkat desa serta pengenalan mengenai kegiatan – kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah desa adalah beberapa referensi yang dikenalkan kepada mahasiswa yang melakukan praktik kerja lapangan yang didampingi oleh Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat, Triana Ermawati.
Sebelumnya pada hari senin (04/08/2025) lalu, juga telah dilakukan pengenalan dan orientasi lapangan berkaitan dengan penyelenggaraan layanan sosial yang didampingi oleh para pejabat fungsional penyuluh sosial Dinas Sosial PMD. Tentunya, melalui pelaksanaan orientasi lapangan selama dua hari, JFT PSM, Triana berharap kegiatan orientasi lapangan yang dilakukan oleh para mahasiswa magang dapat meningkatkan dan menambah referensi pengetahuan mahasiswa mengenai penyelenggaraan pemerintahan khususnya yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang juga sering menjadi bahan objek penelitian karya tulis ilmiah mahasiswa kedepannya.