Toboali - Pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) harus dapat meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa. Demikian dikemukakan oleh Penggerak Swadaya Masyarakat Madya Dinsos PMD Babel Chandra Jules, SE, MM, saat berkunjung Bersama Tim K2PDPM dalam inventarisasi dan Pemetaan kebutuhan Teknologi Tepat Guna yang ada pada Desa Air Gegas, Tahun 2023 dan diterima langsung oleh seluruh perangkat desa, di Kantor Desa Air Gegas, Rabu (01/11/2023).
"Pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) harus dapat meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa," ucap chandra.
Menurutnya, kondisi ekonomi dunia hari ini mengalami goncangan luar biasa. Maka salah satu upaya agar ekonomi Masyarakat desa air Gegas dan sekitarnya bisa lebih kokoh dan kuat adalah dengan penggunaan semaksimal mungkin produk -produk dalam negeri.
"TTG seyogianya memberikan efisiensi, sekaligus meningkatkan produktivitas produk unggulan desa. Sejauh ini, penggunaan TTG di desa sudah semakin marak mulai untuk pertanian, peternakan, dan budi daya perikanan," kata chandra.
"Maka kami ingin teknologi tepat guna menjadi motivasi kita semua untuk terus mendorong teknologi baru yang lebih memudahkan menguntungkan kemajuan desa dan daerah," imbuhnya.
Sekretaris Desa Air Gegas, Umar Witrahadikusuma, Amk juga menegaskan bahwa, antardesa melalui Bumdes Bersama Mitra Lada Bersatu dapat saling mereplikasi TTG yang dibutuhkan di daerahnya. Sejalan itu dalam kebijakan pembangunan desa, penggunaan TTG merupakan pencapaian SDG's, atau pembangunan berkelanjutan. Maka pemanfaatan dana desa juga dapat diarahkan untuk pengembangan TTG.
"Pada kurun waktu 2019 hingga sekarang peralatan TTG di desa Air gegas bidang pertanian berhasil meningkatkan produktivitasnya terhadap pertanian diantaranya alat penghalus Lada," ujar Umar.
"Dampaknya desa melaporkan keberhasilan produksi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan," tambahnya.
TTG menjadi hal penting peningkatan produktivitas desa, teknologi tepat guna menjadi jalan bagi peningkatan status desa dan juga menjadi tempat bertukar pikiran dan inovasi sehingga antardesa dapat saling melengkapi.
"Saya melihat teknologi tepat guna khususnya mendukung kebutuhan pangan di kecamatan Air Gegas," ungkap umar.
Kegiatan inventarisasi dan pemetaan kebutuhan juga dilakukan di beberapa desa diantaranya desa Nangka, Ranggas, dan Air Bara Bersama Tim K2PDPM DinsosPMD babel.