Pangkalpinang -  Upaya untuk pengembangan dan diversifikasi potensi unggulan desa yang berbasiskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal/desa dalam rangka menggerakan sendi – sendi roda perekonomian masyarakat di desa menjadi konsentrasi pemerintah baik di tingkat provinsi dan kabupaten.

Seperti halnya pada pertemuan antara pihak badan perencanaan pembangunan dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Bangka Tengah dengan Dinas Sosial dan PMD provinsi kepulauan bangka belitung, selasa (15/08) di ruang rapat kantor DINSOSPMD, guna  membahas perihal langkah-langkah  diversifikasi pengembangan potensi unggulan di dua  desa yang ada di bangka tengah dengan melibatkan penggerak swadaya masyarakat desa.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko Triadhi bersama dengan tim dari BAPPEDA yang memaparkan berkenaan dengan rencana pengembangan potensi unggulan di dua desa yakni desa sungkap yang memiliki potensi sumber daya alam lahan perkebunan baik lahan kebun desa dan lahan kebun masyarakat desa serta cesa celuak dengan potensi unggulan adanya sumber air panas.

Mengawali pemaparannya, Kepala Bappeda Joko Triadhi menjelaskan mengenai profil dari masing-masing desa.  Seperti halnya profil desa sungkap, dimana desa ini memiliki luas wilayah 3494 hektar  yang di dominasi pada kegiatan aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dengan luas wilayah perkebunan 1.993,11 hektar. 

Melihat pada kondisi demografi desa tersebut, Kepala Bappeda Joko Triadhi mengungkapkan berkenaan aspirasi baik dari pemerintah desa dan masyarakat desa setempat berharap adanya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya diversifikasi pemanfaatan lahan kebun desa dan lahan kebun masyarakat baik untuk dikembangkan menjadi usaha edu wisata alam

Dengan adanya diversifikasi pengembangan potensi unggulan desa sungkap yang memfokuskan pada pengembangan desa edu wisata ini tentunya diungkapkan Joko Triadi diharapkan juga dapat memberikan multi efek postif dengan lahir dan hidupnya  kegiatan usaha ekonomi baik di desa sungkap maupun di wilayah desa sekitarnya.  Dengan kondisi alamnya yang masih asri dan alami dijelaskan Joko Triadhi menjadi salah satu modal yang relevant di dalam penyusunan siteplan pengembangan edudesa wisata berbasis alam di lahan kebun milik pemerintah desa yang kedapannya dapat menjadi pilot project bagi diversifikasi pemanfaatan lahan perkebunan untuk mengembangan eduwisata desa Sungkap milik warga. 

Selain keasrian dan kealamian, potensi lain yang sudah ada di desa Sulak yang memiliki nilai autentifikasi adalah dalam hal hasil perkebunan gula aren yang dihasilkan oleh para petani perkebunan sawit di desa sungkap.  Gula aren yang dihasilkan oleh petani lokal dijelaskan Joko Triadhi saat ini masih dalam skala kecil padahal untuk hasil perkebunan gula aren tersebut dijelaskan Joko Triadi memiliki pangsa pasar dan ekonomi yang cukup menjanjikan.  Untuk itu, diharapkan dengan adanya sinergitas yang antara pemerintah provinsi dengan pihak kabupaten yang memfokuskan pada kegiatan – kegiatan ekonomi pemberdayaan masyarakat, maka diversifikasi kegiatan ekonomi yang berbasiskan pada pemberdayaan masyarakat desa dapat tumbuh berkembang dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Penggerak swadaya masyarakat, Triana Ermawati bersama dengan Tim JF PSM lainnya menyambut baik atas inisiasi sinergitas yang dilakukan oleh pihak Bappeda Bangka Tengah dalam upaya pengembangan potensi unggulan di desa dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat.  Tentunya hal tersebut sejalan dengan prioritas program DINSOSPMD brekenaan dengan pembanguan  desa melalui pengembangan ekonomi desa yang dapat memberikan dampak tumbuh dan bergeraknya perekonomian di desa melalui diversifikasi usaha ekonomi yang berbasiskan pada pemberdayaan masyarakat desa.