Manggar, Menilik dari beberapa tujuan dari peringatan Hari lanjut usia dimana diantaranya adalah sebagai ajang silaturahmi antar lansia/pra lansia, dan sebagai penghormatan dan penghargaan, serta mewujudkan lansia tangguh melalui bina keluarga lansia, berhal ihwal argumentasi diatas maka pada tanggal 6 Juli 2021 bertempat di Auditoruim Zahari MZ Kabupaten Belitung Timur Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Menggelar Peringatan Hari Lanjut Usia Ke 25 dengan Tema Lansia bahagia bersama keluarga.

Budi utama selaku Kepala Dinas Sosial PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku inisiator kegiatan ini merangkul pelaku utama dunia usaha baik BUMN maupun Perusahaan di sektor swasta untuk dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kesempatan yang bermuara pada lahirnya ikatan kepedulian akan objek hidup yang ada disekitar wilayah kerjanya, disamping itu penanggulangan masalah sosial juga bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah "yang kami gelitik adalah rasa peduli dari korporasi akan dan atas nama sesama"

Bupati Belitung Timur dalam sambutannya sekaligus pembukaan kegiatan ini mengajak agar anak tidak menyia-nyiakan anggota orang tua yang berusia lanjut dan lebih lanjut Bupati telah bekerja sama dengan kepolisian dalam hal penindakan jika ada kasus kekerasan yang menyangkut lansia.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Roesman Johan bersama Ibu Melati yang turut hadir dalam rangkaian safari kerja di Belitung berinteraksi secara langsung dengan 100 orang lansia serta menghimbau dan mengajak agar para orang tua ini tetap melakukan protokol kesehatan mengingat kita belum 100 persen terbebas dari hantu Covid 19. Keceriaan berlanjut ketika Pak Gubernur mengajak para lansia becangek (red. Bercanda), gelak tawa yang  jauh dari kesan formal semakin memperpendek jarak birokraksi yang kerap kali menjadi stereotype pemimpin.

Di akhir peringatan hari lansia ini Gubernur menyerahkan zakat dari Baznas, dan juga 100 bingkisan yang dipersembahkan oleh pelaku dunia usaha, ini adalah bentuk kepedulian dan bukti tidak hilangnya “rasa sayang” kepada penjelajah waktu.