Pangkalpinang, Panti Sosial Bina Serumpun sebagai ujung tombak pelayanan sosial selalu mencoba bergerak maju dengan menjalin pola komunikasi yang terukur dengan stakeholder terkait, hal ini kental terasa pada kegiatan Focus Discusion Grup dengan perwakilan Bidang Rehabilitasi Sosial Kabupaten Kota, TKSK, PSM serta perwakilan Polda Babel.

Pada forum diskusi ini dibahas beberapa permasalahan yang kerap terjadi dan menjadi kendala dalam pengentasan masalah sosial diantaranya penanganan anak terlantar, Disabilitas mental terlantar dan lansia, beberapa alternatif ditempuh dan dibahas bersama yang selalu membuahkan konskuensi plus minus seperti permasalahan sumber daya, sumber dana, serta pembagian kewenangan penanganan kasus-kasus.

Taufik selaku Kepala UPTD Bina Serumpun dalam paparannya menjelaskan secara gamblang standar pelayanan yang ada dan menjadi acuan pelayanan di Panti Sosial Bina Serumpun, termasuk menjelaskan sistem, mekasnisme dan prosedur yang menjadi acuan dalam penanganan masalah, Kebutuhan dasar yang disediakan antara lain pengasuhan, permakananan, sandang, alat bantu, perbekalan kesehatan, bimbingan fisik, mental spiritual dan sosial, bimbingan aktivias hidup sehari-hari, akses pendidikan dan kesehatan dasar serta penelusuran keluarga, reunifikasi keluarga serta pemulasaran.

Diksempatan terpisah Budi utama Kepala DinsosPmd Provinsi Bangka Belitung menyambut baik dan berharap semoga tercipta kesepahaman akan semua peran serta tumbuhnya sinergi yang pada akhirnya membuat pelayanan sosial menjadi lebih baik dan bernilai ganda. Budi Utama mengingatkan kembali bahwa dalam setiap pertemuan seharusnya lahir pemikiran yang konstruktif sebagaimana motto dinsospmd belajar di yang pintar berguru di yang pandai.